Kenapa Perempuan Yang "Terlambat" Menikah Menjadi Bahan Perbincangan?
Kenapa Perempuan Yang "Terlambat" Menikah
Menjadi Bahan Perbincangan?
1. Perempuan yang belum menikah di usia-usia produktif akan dianggap tidak laku, dengan segala latar belakang yang menjadi alasan.
Bahkan kenyataan ini diperparah dengan menghakimi orang tua si perempuan, sampai akhirnya orang tua si perempuan jatuh sakit karena terus mendapat cercaan dari tetangganya.
2. Perempuan yang belum menikah di usianya, dianggap sebagai perempuan yang terlalu pemilih.
Padahal kenyataannya perempuan itu masih belum memiliki cukup dana untuk mengadakan sebuah hajatan.
3. Perempuan yang belum menikah diusianya, dianggap memiliki sebuah masalah dengan dirinya.
Entah itu memiliki tubuh yang (maaf sebelumnya) cacat, keterbelakangan mental, atau memiliki trauma psikologis yang membuat kepribadiannya terlihat aneh.
Baik perempuan ataupun laki-laki pasti memiliki tipe-tipe ideal masing-masing. Beberapa dari mereka bahkan masih ingin memfokuskan diri pada karir, kesejahteraan mereka, kesiapan mental atau mungkin ingin mempersiapkan finansial dulu sebelum menuju ke jenjang pernikahan yang pastinya akan mengubah "drama kehidupan" mereka. Yang biasanya bebas untuk kemana, bersama siapa, dan belia apa saja, ketika menikah mereka harus berpikir dua kali untuk melakukannya. Bahkan sampai ada stigma yang mengatakan "Lebih baik terlambat menikah daripada harus salah memilih pasangan yang nantinya akan memiliki dampak buruk pada diri sendiri dan keluarga", maka tidak heran jika dewasa ini banyak laki-laki atau perempuan yang kelihatannya "Terlambat Menikah".




Komentar
Posting Komentar